Semua orang adalah guru, alam raya sekolahku (soekarno)
Seluruh manusia di dunia ini adalah guru terbaik untuk kehidupan seseorang dan alam raya ini adalah sekolah paling besar yang pernah diciptakan Tuhan di muka bumi. Sekolah tidak harus duduk berjam-jam di gedung sekolah membawa buku catetan lalu di ujiankan saat periode pembelajaran berakhir. Guru bukan hanya seseorang yang menamatkan pendidikan bertahun-tahun di fakultas keguruan yang pekerjaan mengajar di kelas. Ternyata lebih dari itu, semua orang adalah guru. Semua punya kecerdasan dalam bidang-bidangnya masing yang ia kuasai. Semua orang mengajarkan cara bagaimana dia hidup, mengerjakan sesuatu, bertingkah laku sehingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain, dan segala hal yang tidak pernah sama orang dengan yang lainnya.
Saat sekolah di SMA saya hanya mengetahui bahwa guru adalah guru dengan artian yang sebenarya. Ada pak guru bahasa inggris, bu guru ekonomi, pak guru fisika dan lain-lain. Pak satpam bukanlah guru, Tukang kebun bukanlah guru, teman sekolah bukanlah guru, dan orangtuaku bukanlah guru karena tugas mereka tidak mengajar. Tugas mereka mengerjakan segala sesuatu dengan bidang-bidangnya masing. Tidak datang ke sekolah mengajarkan materi pembelajaran sampai bel berbunyi. Tidak memeriksa ujian dan tidak menghukum kalau tidak mengerjakan PR.
Saya juga mengira sekolah adalah sekolah dalam artian yang sesungguhnya. Sekolah adalah sebuah gedung yang punya puluhan kursi untuk duduk siswa-siswa berseragam yang ramai dari jam 7 pagi sampai sore hari. Disana ada papan tulis lengkap dengan kapur tulis, penghapus dan sebagainya. Sekolah setau saya hanya sebatas gedung yang dihuni guru dan siswa dan terdapat fasilitas yang mendukung kegiatan mengajar. Tidak lebih dari itu.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perjalanan hidup yang menuntun saya untuk berpikir bahwa pikiran saya sangat dangkal. Melihat sesuatu dengan sudut sempit sehingga mengerdilkan arti harafiah yang sesungguhnya dari suatu hal yang padahal maknanya melebih itu semua. Saat mulai merasa peka terhadap keadaan sekitar saat itulah saya mempelajari bahwa pemikiran saya salah. Saya mencoba berpikir objektif dengan skala yang lebih luas.
Ternyata semua orang adalah guru, alam raya sekolahku. Semua mempunyai keahliannya masing-masing. Semua orang punya ilmu mereka masing. Mereka secara tidak angsung memberi kita contoh terhadap satu hal walaupun mereka tidak pernah mengajarkan kita secara langsung. Mereka adalah guru dari kehidupan yang saya alami. Mereka yang saya sebut adalah semua orang. Semua orang yang ada dalam kehidupan saya adalah guru terbaik bagi saya. Pengalaman mereka adalah pelajaran. Kegiatan mereka adalah contoh. Perilaku baik mereka adalah tauladan.
Misal dari petugas kebun yang saya temui di sekolah yang dulu tidak saya anggap sebagai guru ternyata mereka adalah seorang guru. Mereka mengajarkan kita bagaimana bangun pagi setiap hari lebih pagi dari warga sekolah. Mereka mengajarkan kita tentang ketulusan untuk mebersihkan sampah dari orang-orang yang tidak tertib membuang sampah. Begitulah seterusnya. Banyak ilmu yang sebenarnya kita bisa dapat dari hal-hal kecil dari semua orang asalkan kita peka melihat keadaan sekitar.
Disekolah kehidupan ini kita adalah murid yang selalu bodoh, bagai gelas kosong yang tak pernah penuh diisi oleh air kita akan selalu haus oleh ilmu yang dimiliki orang lain. Dari situlah kita bisa banyak belajar tentang ilmu kehidupan dari seorang yang memilikinya. Contoh yang baik buang yang jelek, karena tidak semua orang mengajarkan yang baik adakalanya berbuat khilaf dan salah karena kita semua manusia. Manusia tempatnya salah dan khilaf, manusia yang baik adalah manusia yang bisa mengambil hikmah dari semua ha yang dia alami. Itulah yang disebut ilmu kehidupan.
Saya menemukan ilmu kehidupan ketika beranjak kuliah. Di kuliah ini banyak sekali orang-orang hebat yang saya temui. Dari juara-juara nasional di daerahnya, orang-orang cerdas dari kampung halamanya, orang yang jelas keberpihakannya berkumpul menjadi satu di sekolah kehidupan yang saya jalani ini. Hidup itu luar biasa jika kita memaknai dengan luar biasa. Selalu bersyukur bertemu dengan orang-orang terbaik di negeri ini yang menempa ilmu dan diri di sekolah kehidupan yang saya jalani ini.
Ada seorang sahabat yang memperkenalkan saya tentang istilah ilmu kehidupan. Sambil memakan klatak (sate kambing tusuk besi) khas Yogyakarta yang terletak di daerah bantul. Kami banyak bercerita tentang ilmu kehidupan. Ilmu yang sebenarnya dimiliki setiap orang tetapi tidak banyak secara langsung orang dapat memahaminya. Dari hal-hal kecil kami bisa bercengkerama sampai berjam-jam sambil menikmati sate klatak dan mengambil hikmah dari hal-hal kecil lalu membuatnya berarti untuk kehidupan itu luar biasa.
Saling berbagi cerita tentang kehidupan yang dijalani merupakan metode bagus untuk mengasah ilmu kehidupan tersebut. Ilmu kehidupan sebenarnya ada dan nyata dalam kehidupan kita tetapi tak banyak orang bisa peka menangkapnya. Butuh kepekaan dan analisa yang mendalam untuk mengambilnya dan menurut saya lebih baik diutarakan bersama seorang kawan agar tidak ada penghakiman sepihak.
Mengambil ilmu kehidupan dari setiap orang sebenarnya tidak susah, yang dibutuhkan hanyalah kepekaan dan kemampuan untuk berpikir secara menyeluruh dan mengambil perspektif dengan positif. Semua hal ada ratusan perspektif tetapi ada saja cara untuk memaknainya dengan positif. Di alam raya ini adalah sekolah terbesar yang penah diciptakan Tuhan. Tuhan adalah kepala sekolahnya. Tuhan akan menilai berapa nilai raportmu di sekolah kehidupan ini. Apakah kamu akan lolos dari ujian kehidupan yang DIA buat dengan ujian yang tidak kita sangka datangnya.
Guru kita adalah semua orang. Dari mereka kita belajar banyak hal asalkan kita bisa memaknai hal tersebut dengan arti yang baik bagi kita sendiri. Dan kita adalah pembelajar abadi di sekolah kehidupan ini. Biar hidup yang membentuk kita sebagai murid yang gagal ataupun berhasil dan biar Tuhan yang berhak menilai kita sudah lulus atau belum dengan ujian kehidupannya.
Terimakasih untuk ilmu kehidupan, terimakasih untuk semua orang karena mereka adalah guruku, dan alam raya yang akan terus memberikan pelajaran memaknai ilmu kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar