Rabu, 25 Januari 2017

Mahasiswa Binus Tewas Saat Lakukan Pendakian Ilegal di Gunung Mas

 Seorang mahasiswa Bina Nusantara Jakarta meninggal dunia di kawasan Hutan Lindung Gunung Mas Kecamatan Ciasarua Kabupaten Bogor, Selasa 6 Desember 2016 dini hari. Korban bernama Edward (19) diduga mengalami hipotermia saat melakukan pendakian bersama 16 teman satu angkatannya.
Kepala Resort Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Tarya Nuryahya memastikan jalur pendakian yang ditempuh ke-17 pendaki adalah jalur ilegal. “Kawasan Hutan Lindung Gunung Mas itu memang tidak boleh dimasuki. Meskipun berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango,” katanya.
Selain dilarang untuk umum, Tarya menjelaskan kondisi cuaca di kawasan tersebut juga diperburuk cuaca hujan berkabut. Menurut keterangan para pendaki yang selamat, mereka membeli tiket masuk melalui objek wisata perkebunan teh Gunung Mas namun diam-diam meneruskan perjalanan ke kawasan hutan menuju TNGP.
“Jalur resmi ke TNGP itu tidak ada yang dari Bogor, tapi dari Cibodas (Cianjur), Gunung Putri (Cianjur) dan Salabintang (Sukabumi). Yang akan mendaki harus booking dulu untuk menyesuaikan dengan kuota 600 orang per hari,” kata Tarya menjelaskan.
Masyarakat Badan SAR Nasional Jakarta, Ramli Prasetio, ke-17 pendaki bermaksud melakukan kegiatan orientasi kelompoknya menggunakan peralatan dan persiapan seadanya. Mereka diketahui mendaki sejak Senin 5 Desember 2016 siang melalui Desa Cibeureum yang sudah tidak lagi digunakan sebagai jalur pendakian resmi.
Alih-alih bertahan hidup di alam bebas, para pendaki itu ternyata tidak kuat menahan cuaca yang sangat dingin di hutan. Bahkan dua orang di antara mereka akhirnya turun dan melapor pada warga bahwa teman-temannya tersesat bahkan ada seorang di antaranya yang meninggal dunia.
“Selasa pukul 4.00 salah seorang warga bernama Dilah Kholik (43) melapor adanya korban meninggal di kawasan Puncak Joglo Gunung Gede Pangrango. Evakuasi baru dilakukan pada pukul 14.00 dari GOR PTPN VIII Gunung Mas Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua,” kata Ramli.
Ia memastikan seluruh anggota pendaki dapat dievakuasi. Termasuk, kata dia, korban jiwa yang dibawa ke RSPG Cibeureum Kecmatan Cisarua pada pukul 14.30.
Korban diketahui beralamat di Kelapa Gading Jakarta Utara. Hingga berita ini dibuat, jenazah belum dijemput pihak keluarga

Tags: 

Tips Ini wajib Diperhatikan oleh Pendaki Berhijab. Biar Pendakianmu Kian Aman dan Nyaman!

Mendaki itu kegiatan yang Bisa dinikmati oleh semua golongan. Tanpa terkecuali. Mau kita cowok kutu buku atau cewek yang hobinya main ke mall, Seandainya kita punya keinginan dan tekad yang kuat untuk mendaki, kita pasti akan menemukan keseruannya. Cobain deh!
Begitupun demikian dengan cewek berhijab. Hijabmu tak membatasimu untuk Bisa menikmati indahnya pesona gunung. Namun, memang wajib diakui bahwa pendaki berhijab tak semudah pendaki lain di menjalankan pendakian. Selain memikirkan soal keselamatan, pendaki berhijab juga tetap wajib memikirkan soal konsekuensi hijab yang ia kenakan.
Nah, Seandainya kita cewek-cewek berhijab dan ingin menikmati indahnya gunung, kita wajib memperhatikan hal-hal ini. supaya kita tetap Bisa menikmati indahnya pesona gunung Indonesia, namun tetap menjaga batasan hijabmu.

Cewek berhijab identik dengan kesiapan fisik yang Anemia. Biar nggak gampang cedera, lebih bagus persiapkan fisikmu terlebih Dulu

Biasanya, kegiatan cewek-cewek berhijab itu terpusat di kegiatan di di ruangan. Sehingga fisiknya Anemia terlatih untuk menjalankan pendakian. Maklum, biasanya kan cewek berhijab menjaga benar-benar pergaulannya. Jadi tak sembarangan bergaul di luar.
Namun wajib diakui juga bahwa mendaki itu kegiatan yang menguras tenaga. Oleh di karenakan itu wajib hukumnya untuk mempersiapkan fisikmu terlebih Dulu. Mulailah dengan latihan fisik sederhana semisal jogging atau jalan Genjah. Tujuannya supaya fisikmu terbiasa dan nggak gampang cedera.

Tapi tetap aja, rombongan cewek berhijab tetap wajib mempunyai anggota cowok di rombongannya, ya…

Yah, meski kita merasa nyaman mendaki bareng cewek-cewek berhijab lainnya, namun tak boleh dipungkiri juga bahwa adanya anggota cowok di rombonganmu itu juga wajib. Jangan terlalu ngotot ogah memasukkan anggota rombongan cowok dengan alasan ‘bukan mahram’. wajib kita akui juga, cowok Bisa membantumu di banyak hal. Berawal Dari dari urusan bawa barang-barang berat hingga melindungimu dari bahaya. Terlalu beresiko bila cewek-cewek mendaki tanpa lelaki.

Kalau merasa kesulitan, jangan memaksa mengenakan rok panjang. Pakai sajacelana training yang longgar



Mendaki itu kegiatan yang bisa dinikmati oleh semua golongan. Tanpa terkecuali. Mau kamu cowok kutu buku atau cewek yang hobinya main ke mall, kalau kamu punya keinginan dan tekad yang kuat untuk mendaki, kamu pasti akan menemukan keseruannya. Cobain deh!
Begitupun demikian dengan cewek berhijab. Hijabmu tak membatasimu untuk bisa menikmati indahnya pesona gunung. Namun, memang harus diakui bahwa pendaki berhijab tak semudah pendaki lain dalam melakukan pendakian. Selain memikirkan soal keselamatan, pendaki berhijab juga tetap harus memikirkan soal konsekuensi hijab yang ia kenakan.

Jangan ragu untuk meminta tolong pendaki cowok saat kamu kelelahan atau tengah cedera. Nyawamu loh yang jadi taruhannya


Ini juga salah satu poin penting yang harus diperhatikan. Mendaki itu kegiatan yang memiliki banyak resiko. Salah satunya adalah cedera. Nah, buat kamu yang berhijab, jangan ragu untuk meminta bantuan pada pendaki cowok saat kamu merasa lelah atau cedera. Jangan sampai dengan alasan ‘bukan mahram’, kamu menolak ditolong oleh mereka. Selain kamu bakal merepotkan dirimu sendiri, menolak untuk ditolong oleh pendaki cowok juga merepotkan rombonganmu. Yang lebih penting lagi, yang jadi taruhannya ini nyawamu, loh. Masa iya kamu nggak sayang dengan nyawa pemberian Tuhan?


“SELAMA KITA TAAT ANGGARAN, CEWEK BERHIJAB PUN JUGA BISA MENDAKI. KITA JUGA BISA MENIKMATI INDAHNYA GUNUNG, SEMBARI TETAP MENJAGA BATASAN DARI HIJABMU”

Semua orang adalah guru, alam raya sekolahku (soekarno)

Semua orang adalah guru, alam raya sekolahku (soekarno)

Seluruh manusia di dunia  ini adalah guru terbaik untuk kehidupan seseorang dan alam raya ini adalah sekolah paling besar yang pernah diciptakan Tuhan di muka bumi. Sekolah tidak harus duduk berjam-jam di gedung sekolah membawa buku catetan lalu di ujiankan saat periode pembelajaran berakhir. Guru bukan hanya seseorang yang menamatkan pendidikan bertahun-tahun di fakultas keguruan yang pekerjaan mengajar di kelas. Ternyata lebih dari itu, semua orang adalah guru. Semua punya kecerdasan dalam bidang-bidangnya masing yang ia kuasai. Semua orang mengajarkan cara bagaimana dia hidup, mengerjakan sesuatu, bertingkah laku sehingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain, dan segala hal yang tidak pernah sama orang dengan yang lainnya.
Saat sekolah di SMA saya hanya mengetahui bahwa guru adalah guru dengan artian yang sebenarya. Ada pak guru bahasa inggris, bu guru ekonomi, pak guru fisika dan lain-lain. Pak satpam bukanlah guru, Tukang kebun bukanlah guru, teman sekolah bukanlah guru, dan orangtuaku bukanlah guru karena tugas mereka tidak mengajar. Tugas mereka mengerjakan segala sesuatu dengan bidang-bidangnya masing. Tidak datang ke sekolah mengajarkan materi pembelajaran sampai bel berbunyi. Tidak memeriksa ujian dan tidak menghukum kalau tidak mengerjakan PR.
Saya juga mengira sekolah adalah sekolah dalam artian yang sesungguhnya. Sekolah adalah sebuah gedung yang punya puluhan kursi untuk duduk siswa-siswa berseragam yang ramai dari jam 7 pagi sampai sore hari. Disana ada papan tulis lengkap dengan kapur tulis, penghapus dan sebagainya. Sekolah setau saya hanya sebatas gedung yang dihuni guru dan siswa dan terdapat fasilitas yang mendukung kegiatan mengajar. Tidak lebih dari itu.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perjalanan hidup yang menuntun saya untuk berpikir bahwa pikiran saya sangat dangkal. Melihat sesuatu dengan sudut sempit sehingga mengerdilkan arti harafiah yang sesungguhnya dari suatu hal yang padahal maknanya melebih itu semua. Saat mulai merasa peka terhadap keadaan sekitar saat itulah saya mempelajari bahwa pemikiran saya salah. Saya mencoba berpikir objektif dengan skala yang lebih luas.
Ternyata semua orang adalah guru, alam raya sekolahku. Semua mempunyai keahliannya masing-masing. Semua orang punya ilmu mereka masing. Mereka secara tidak angsung memberi kita contoh terhadap satu hal walaupun mereka tidak pernah mengajarkan kita secara langsung. Mereka adalah guru dari kehidupan yang saya alami. Mereka yang saya sebut adalah semua orang. Semua orang yang ada dalam kehidupan saya adalah guru terbaik bagi saya. Pengalaman mereka adalah pelajaran. Kegiatan mereka adalah contoh. Perilaku baik mereka adalah tauladan.
Misal dari petugas kebun yang saya temui di sekolah yang dulu tidak saya anggap sebagai guru ternyata mereka adalah seorang guru. Mereka mengajarkan kita bagaimana bangun pagi setiap hari lebih pagi dari warga sekolah. Mereka mengajarkan kita tentang ketulusan untuk mebersihkan sampah dari orang-orang yang tidak tertib membuang sampah. Begitulah seterusnya. Banyak ilmu yang sebenarnya kita bisa dapat dari hal-hal kecil dari semua orang asalkan kita peka melihat keadaan sekitar.
Disekolah kehidupan ini kita adalah murid yang selalu bodoh, bagai gelas kosong yang tak pernah penuh diisi oleh air kita akan selalu haus oleh ilmu yang dimiliki orang lain. Dari situlah kita bisa banyak belajar tentang ilmu kehidupan dari seorang yang memilikinya. Contoh yang baik buang yang jelek, karena tidak semua orang mengajarkan yang baik adakalanya berbuat khilaf dan salah karena kita semua manusia. Manusia tempatnya salah dan khilaf, manusia yang baik adalah manusia yang bisa mengambil hikmah dari semua ha yang dia alami. Itulah yang disebut ilmu kehidupan.
Saya menemukan ilmu kehidupan ketika beranjak kuliah. Di kuliah ini banyak sekali orang-orang hebat yang saya temui. Dari juara-juara nasional di daerahnya, orang-orang cerdas dari kampung halamanya, orang yang jelas keberpihakannya berkumpul menjadi satu di sekolah kehidupan yang saya jalani ini. Hidup itu luar biasa jika kita memaknai dengan luar biasa. Selalu bersyukur bertemu dengan orang-orang terbaik di negeri ini yang menempa ilmu dan diri di sekolah kehidupan yang saya jalani ini.
Ada seorang sahabat yang memperkenalkan saya tentang istilah ilmu kehidupan. Sambil memakan klatak (sate kambing tusuk besi) khas Yogyakarta yang terletak di daerah bantul. Kami banyak bercerita tentang ilmu kehidupan. Ilmu yang sebenarnya dimiliki setiap orang tetapi tidak banyak secara langsung orang dapat memahaminya. Dari hal-hal kecil kami bisa bercengkerama sampai berjam-jam sambil menikmati sate klatak dan mengambil hikmah dari hal-hal kecil lalu membuatnya berarti untuk kehidupan itu luar biasa.
Saling berbagi cerita tentang kehidupan yang dijalani merupakan metode bagus untuk mengasah ilmu kehidupan tersebut. Ilmu kehidupan sebenarnya ada dan nyata dalam kehidupan kita tetapi tak banyak orang bisa peka menangkapnya. Butuh kepekaan dan analisa yang mendalam untuk mengambilnya dan menurut saya lebih baik diutarakan bersama seorang kawan agar tidak ada penghakiman sepihak.
Mengambil ilmu kehidupan dari setiap orang sebenarnya tidak susah, yang dibutuhkan hanyalah kepekaan dan kemampuan untuk berpikir secara menyeluruh dan mengambil perspektif dengan positif. Semua hal ada ratusan perspektif tetapi ada saja cara untuk memaknainya dengan positif. Di alam raya ini adalah sekolah terbesar yang penah diciptakan Tuhan. Tuhan adalah kepala sekolahnya. Tuhan akan menilai berapa nilai raportmu di sekolah kehidupan ini. Apakah kamu akan lolos dari ujian kehidupan yang DIA buat dengan ujian yang tidak kita sangka datangnya.
Guru kita adalah semua orang. Dari mereka kita belajar banyak hal asalkan kita bisa memaknai hal tersebut dengan arti yang baik bagi kita sendiri. Dan kita adalah pembelajar abadi di sekolah kehidupan ini. Biar hidup yang membentuk kita sebagai murid yang gagal ataupun berhasil dan biar Tuhan yang berhak menilai kita sudah lulus atau belum dengan ujian kehidupannya.
Terimakasih untuk ilmu kehidupan, terimakasih untuk semua orang karena mereka adalah guruku, dan alam raya yang akan terus memberikan pelajaran memaknai ilmu kehidupan.